Saturday, June 6, 2009


Let's go!!
Sekarang kita ke topik lain dulu.

Yang ini harus dari lebih sekedar siap.!!


MANTRA

Bukan berbagai doa ala nenek moyang kita,
bukan komat kamitan dukun negri kita,
tapi ini adalah Mantra.

Di dalamnya dipaparkan bagaimana kita menjalin koneksi yang aman tanpa kekerasan, tapi memuaskan.
Deddy Corbuzier, sang pengarang, mengakumulasikan dan mendokumentasikan pengalaman hidupnya.
Dari kesuksesannya, dia ingin berbagi kepada anda dalam tulisan yang selesai dibaca dalam dua jam itu.
Dari ketiga sub da
ftar isi, salah satunya adalah bacaan ringan[Kisah Tiga Pangeran] yang mempunyai konsep berat.
Bagaimana sang pengarang mengombinasikannya, sungguhlah elegant.
Kita diajak berputar- putar dahulu dalam imajinasinya, lalu di empaskannya ke alam logika. Sungguh menarik!
Lima lembar Anda membaca, anda akan terhipnotis, dan Anda pasti tak ragu untuk membacanya lima kali lagi.

Pastinya Anda tak perlu pusing untuk menghafal mantra - mantra guna menghipnotis teman anda. Terapkan teori Mantra, dan akan Anda dapatkan segalanya.


Dari Hati I

Sebuah pengakuan.. Dari Hati.

Gimana rasanya abis baca The Kingdom of Joy??

Wonderfullabizy!
Emang dasarnya aku pencinta puisi dan penggemar Rumi,, so jelas aja ketagihan buat
ngulang2 tu buku.
Hasil hati yang diperoleh pun lumayan oke for me.
Pemahamannya ga' sulit, jadi mudah meresap ke pabrik jiwa.
Tambah pengetahuan, tambah pengalaman, dan tambah isi jiwa.

Go on?
Let's Go!!

Friday, June 5, 2009

Untuk Menuju yang Besar, Pastilah Dimulai Dari yang Kecil


Berjuta kisah yang terukir disini, bukanlah hanya sekedar cerita.
Lebih dari itu...

Pastikan anda siap tuk menikmatinya.!

..The Kingdom of Joy..

Untuk menuju yang besar, pastilah dimulai dari yang kecil.

"Jikala Kau Tengah Mencari, Carilah Kami Dengan Riang, Karena Kami Tinggal Di Kerajaan Kebahagiaan".

Itulah setetes ungkapan dari samudera Rumi, seorang penyair sufi pada abad ke- 18.
Dalam pengajarannya mengulas tentang hakikat hidup, disajikannya dalam bentuk kesederhanaan yang memukau.
Sehimpun cerita yang mungkin dianggap sepele, oleh orang yang tak bisa menikmatinya.

Satu cerita, Sang Musikus Tua.

Diceritakan seorang yang amat mahir bermusik dimasa mudanya, telah beranjak
tua.
Sesuatu yang biasa? Mungkin!
Tapi inilah yang luar biasa.
Orang itu yang ketika mudanya terlena akan kemasyhurannya, tidak lagi mempunyai waktu untuk dirinya sendiri. Hanya menyanyi, menyanyi, dan menyanyi.
Urusan Tuhan, itu belakangan.
kini masa tua telah mampir dihidupnya. kesadaran bahwa lupa Tuhan juga telah menjalarinya.
Bertobat, ingin saja, asal tahu caranya.
Ya, dia telah lupa bagaimana cara menyembah dan beribadah kepada Tuhannya!
Yang dia bisa hanya bertutur:

Kau telah berikan daku kehidupan yang berlimpah Kau telah berikan daku waktu yang meruah Kau begitu bermurah hati padaku yang begitu amat rendah di hadapan- Mu, wahai Tuhanku! Selama tujuh puluh tahun aku mengabaikan Tapi tiada satu hari jua rahmat- Mu Kau tahan! Kini aku tak kuasa Aku menua, Aku tamu bagi- Mu Akan kumainkan harpa untuk- Mu Karena aku adalah milik- Mu.

Seorang yang tua itu lalu mempersembahkan apa yang dia punya. Sebuah permainan harpa yang tulus yang tak lebih indah dari bunyi cicitan.Tapi bukan untuk khalifah ataupun uang. Bukan pula untukmu. Kali ini dia bernyanyi untuk Tuhan. Tiada yang bisa dia persembahkan kecuali bakat yang diberikan Penciptanya kepadanya.